Ini adalah pertanyaan yang kami dengar cukup sering: "Kenapa harus pakai VerixID kalau ada notaris?" Pertanyaan yang bagus — dan layak dijawab dengan jujur, bukan defensif.

Jawabannya: keduanya melayani kebutuhan yang berbeda. Notaris tidak bisa digantikan untuk keperluan tertentu. VerixID tidak bisa dikalahkan untuk keperluan lain. Memahami perbedaan ini akan menghemat waktu dan uang Anda.

Posisi Kami

VerixID bukan pesaing notaris. Kami mengisi celah yang memang tidak pernah dirancang untuk diisi oleh notaris — yaitu pembuktian integritas dokumen digital secara matematis, cepat, dan tanpa birokrasi.

Perbandingan Biaya Nyata

Mari mulai dari yang paling konkret: biaya. Ini bukan estimasi — ini adalah angka aktual berdasarkan tarif yang berlaku.

VerixID
Subscription / bulanRp 16.000
COA per dokumenRp 750.000
Waktu proses60 detik
Kehadiran fisikTidak perlu
Materai fisikTidak perlu
Notaris Konvensional
Biaya per aktaRp 300rb – 2jt+
Legalisasi dokumenRp 50rb – 150rb
Waktu proses1 – 7 hari kerja
Kehadiran fisikWajib hadir
Materai fisikRp 10.000/lembar

Untuk seorang kreator yang memproduksi 20 karya digital per bulan, biaya notaris bisa mencapai jutaan rupiah — sementara VerixID menawarkan perlindungan yang lebih relevan secara teknis dengan biaya yang jauh lebih rendah.

Perbandingan Fungsi Lengkap

AspekVerixIDNotaris Konvensional
Membuktikan integritas konten digitalYa — SHA-256 matematisTidak — hanya identitas
Timestamp yang tidak bisa dimanipulasiYa — immutable ledgerParsial — cap tanggal bisa diperdebatkan
Verifikasi publik mandiriYa — siapapun bisa cekTidak — butuh konfirmasi notaris
Kekuatan akta autentikTidakYa — kekuatan pembuktian sempurna
Wajib untuk pendirian PT/CVTidak bisaYa — wajib hukum
Wajib untuk perjanjian perkawinanTidak bisaYa — wajib hukum
Cocok untuk dokumen digital volume tinggiYaTidak — tidak skalabel
Tidak menyimpan file asli (zero custody)YaTidak — arsip disimpan notaris
Tersedia 24/7 tanpa janji temuYaTidak — jam kantor
Berlaku lintas yurisdiksi globalYa — matematika universalTerbatas — bergantung perjanjian bilateral

Panduan Keputusan: Kapan Menggunakan Masing-Masing

✓ Gunakan VerixID untuk:
Karya kreatif digital sebelum dipublikasikan
Proposal, pitch deck, business plan
NDA dan perjanjian informal digital
Laporan keuangan dan audit internal
Riset dan makalah ilmiah
Dokumentasi pre-signing kontrak
Dokumen volume tinggi dan berulang
Bukti kepemilikan IP digital
✓ Gunakan Notaris untuk:
Pendirian PT, CV, yayasan, koperasi
Akta perjanjian perkawinan
Akta waris dan hibah
Jual beli properti (PPJB, AJB)
Dokumen yang wajib autentikasi oleh hukum
Kuasa hukum (POA) formal
Legalisasi dokumen untuk keperluan imigrasi
Sertifikasi tanda tangan pejabat

Kombinasi yang Paling Kuat

Untuk dokumen bernilai tinggi — seperti kontrak kerja sama besar, perjanjian lisensi IP, atau MoU strategis — kombinasi keduanya memberikan perlindungan paling komprehensif:

Langkah 1: Rekam hash versi final dokumen di VerixID sebelum proses penandatanganan. Ini membuktikan bahwa versi yang akan ditandatangani adalah tepat ini — tidak ada perubahan tersembunyi.

Langkah 2: Proses penandatanganan dengan notaris untuk mendapatkan kekuatan akta autentik.

Langkah 3: Rekam hash versi final yang sudah ditandatangani di VerixID. Ini membuktikan bahwa dokumen tidak berubah setelah penandatanganan.

Hasilnya: identitas penandatangan terbukti oleh notaris, integritas konten terbukti secara matematis oleh VerixID — dua lapisan perlindungan yang saling mengisi.

Penting untuk Dipahami

VerixID tidak memberikan kekuatan akta autentik dan tidak dapat menggantikan notaris untuk dokumen yang secara hukum wajib dinotariskan. Artikel ini bersifat edukatif dan bukan nasihat hukum. Untuk kebutuhan hukum spesifik, selalu konsultasikan dengan notaris atau kuasa hukum yang berkompeten.

Mulai Hari Ini

Proteksi Digital yang Relevan untuk Era Ini

60 detik. Tanpa antri. Tanpa birokrasi. Bukti matematis yang berlaku 10 tahun.

Terbitkan COA

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Tidak untuk dokumen yang wajib dinotariskan secara hukum. VerixID mengisi kebutuhan berbeda — pembuktian integritas dan eksistensi dokumen digital secara matematis — yang memang tidak pernah menjadi fungsi notaris. Keduanya saling melengkapi.
Karya kreatif digital, proposal bisnis, laporan internal, NDA, riset akademis, dan dokumen digital apapun yang membutuhkan bukti integritas dan timestamp matematis tanpa perlu akta autentik. Terutama efektif untuk dokumen bervolume tinggi di mana biaya notaris tidak skalabel.
Hash SHA-256 adalah standar kriptografi global yang berlaku universal — tidak terikat yurisdiksi. Siapapun di negara manapun dapat memverifikasi hash dokumen. Pengakuan sebagai alat bukti hukum di yurisdiksi tertentu bergantung pada hukum setempat, namun secara teknis matematika tidak mengenal batas negara.